Partarombo Logo - Aplikasi Silsilah KeluargaPartarombo

Platform Terbaik untuk Silsilah Keluarga

Temukan dan jelajahi silsilah keluarga, pohon keluarga, tarombo, silsilah Batak, dan silsilah dari berbagai suku dan budaya. Buat pohon silsilah digital Anda dengan mudah dan gratis.

Keluarga Trending

Lihat Semua β†’
#1

RAJA BATAK

867
Si Raja Batak: Sejarah, Asal-Usul, dan Silsilah Leluhur Suku Batak

Si Raja Batak: Mengenal Sosok Leluhur Pertama Bangsa Batak (Tarombo Batak)

Menelusuri akar sejarah, legenda, dan silsilah agung dari puncak tertinggi budaya Batak.

Asal-Usul Si Raja Batak

Si Raja Batak dipercaya sebagai nenek moyang pertama yang menurunkan seluruh sub-suku Batak (Toba, Karo, Pakpak, Simalungun, Angkola, dan Mandailing). Menurut legenda dan penuturan lisan (Turiturian), Si Raja Batak pertama kali menetap di sebuah desa bernama Sianjur Mulamula, yang terletak di kaki gunung Pusuk Buhit, di pesisir Danau Toba, Sumatera Utara.

Bagi masyarakat Batak, Si Raja Batak bukan sekadar tokoh sejarah, melainkan simbol persatuan dan identitas budaya yang sangat sakral.

Silsilah (Tarombo) Awal

Dari Si Raja Batak, lahir dua putra utama yang menjadi cikal bakal ribuan marga Batak yang ada saat ini. Berdasarkan Tarombo, kedua putra tersebut adalah:

  • Guru Tatea Bulan: Menurunkan marga-marga yang dikenal kuat dalam bidang spiritual dan adat.
  • Raja Isumbaon: Menurunkan marga-marga yang dikenal sebagai pemimpin pemerintahan dan struktur sosial.

Dari kedua keturunan inilah lahir tokoh-tokoh besar seperti Toga Laut, Toga Raja, hingga akhirnya sampai kepada silsilah Toga Naipospos dan marga-marga lainnya.

Pusuk Buhit: Gunung Suci Bangsa Batak

Gunung Pusuk Buhit di Samosir diyakini sebagai tempat turunnya Si Raja Batak. Hingga kini, tempat ini dianggap suci dan sering dikunjungi oleh para keturunan Batak untuk melakukan ritual penghormatan atau sekadar mengenang sejarah leluhur.

Warisan Budaya Si Raja Batak

Si Raja Batak mewariskan nilai-nilai filosofis yang mendalam, antara lain:

  • Habatahon: Jati diri dan kehormatan sebagai orang Batak.
  • Tarombo: Pentingnya menjaga silsilah agar tidak kehilangan akar sejarah.
  • Poda: Nasihat-nasihat bijak bagi generasi penerus.

Lihat Tarombo Raja Batak

Untuk melihat tarombo Raja Batak atau silsilah Raja Batak secara lengkap dan visual, Anda dapat mengunjungi tautan berikut:

πŸ‘‰ Lihat Tarombo Raja Batak di Partarombo.com

Informasi ini disusun berdasarkan berbagai sumber sejarah lisan, buku Tarombo, dan tradisi turun-temurun. Dikarenakan luasnya keturunan Raja Batak, versi silsilah dapat berbeda di beberapa daerah. Kami sangat menghargai koreksi dan tambahan informasi untuk memperkaya catatan sejarah ini.

Keluarga Publik
#2

TOGA MARBUN

852
Marga Marbun: Sejarah Lengkap, Silsilah Tarombo, dan Hubungan Adat

Marga Marbun: Sejarah, Silsilah, dan Warisan Keturunan Raja Naipospos

Panduan lengkap mengenai asal-usul, penyebaran geografi, dan hukum adat Marga Marbun.

Pengantar Marga Marbun

Marga Marbun adalah salah satu marga besar dalam suku Batak Toba yang termasuk dalam rumpun keturunan Raja Naipospos. Marbun merupakan anak bungsu Raja Naipospos dari istri kedua, Boru Pasaribu. Keturunan Marbun dikenal memiliki penyebaran luas, hubungan adat yang kuat, dan beberapa cabang marga yang berkembang menjadi identitas masing-masing.

Asal-usul dan Silsilah Naipospos

Raja Naipospos mempunyai lima putera yang menjadi cikal bakal marga-marga besar: Donda Hopol (Sibagariang), Donda Ujung (Hutauruk), Ujung Tinumpak (Simanungkalit), Jamita Mangaraja (Situmeang), dan Marbun sebagai putra bungsu.

Garis keturunan Marbun kemudian berkembang dan terbagi menjadi beberapa cabang utama yang dikenal hingga saat ini, yaitu:

  • Marbun Lumban Batu
  • Marbun Banjar Nahor
  • Marbun Lumban Gaol

Geografi Awal dan Penyebaran

Leluhur Marbun awalnya bermukim di daerah Bakkara, sebuah wilayah yang dikenal sebagai pusat sejarah dan peradaban Batak. Dari daerah ini, keturunan Marbun menyebar ke berbagai wilayah lain, antara lain:

  • Dataran tinggi Humbang (Dolok Sanggul dan sekitarnya)
  • Tapanuli Utara
  • Sibolga
  • Sumatera Timur

Hubungan Adat dan Padan

Marga Marbun memiliki hubungan adat yang sangat kuat dan sakral yang dikenal sebagai Padan dengan Marga Sihotang. Padan ini berisi ikatan janji leluhur yang melarang pernikahan antar keturunan Marbun dan Sihotang sebagai bentuk penghormatan dan persaudaraan adat.

Polemik Silsilah dan Versi Alternatif

Dalam tradisi Batak, terdapat beberapa versi mengenai urutan kelahiran putera Raja Naipospos. Meski demikian, posisi Marga Marbun sebagai bagian dari rumpun besar Naipospos telah diterima secara luas oleh komunitas adat Batak Toba.

Peranan Keturunan Marbun

Keturunan Marbun dikenal aktif dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari kepemimpinan adat, pendidikan, pelayanan gereja, hingga peran sosial di masyarakat. Nilai kebersamaan dan penghormatan adat tetap dijaga dari generasi ke generasi.

Lihat Tarombo Marbun

Untuk memahami tarombo Marbun atau silsilah Marga Marbun secara lebih lengkap dan visual, Anda dapat mengunjungi tautan berikut:

πŸ‘‰ Lihat Tarombo Marbun di Partarombo.com

Sumber Tradisi

Sejarah dan Tarombo Marbun ini dihimpun berdasarkan:

  • Tarombo keluarga (silsilah tertulis)
  • Tradisi lisan para tetua adat
  • Catatan komunitas Naipospos
  • Dokumentasi sejarah Batak modern

Catatan: Informasi ini disusun dari berbagai sumber sejarah dan tradisi lisan. Karena luasnya keturunan Marga Marbun, perbedaan versi silsilah dapat terjadi di beberapa wilayah. Masukan dan koreksi sangat dihargai demi pelestarian sejarah Batak.

Keluarga Publik
#3

RAJA NAIPOSPOS

287
Toga Naipospos: Sejarah, Silsilah Tarombo, dan 5 Putra Pemersatu

Toga Naipospos: Sejarah Lengkap, Silsilah Tarombo, dan Asal-Usul Marga

Mengenal sosok leluhur agung yang menurunkan marga-marga besar di tanah Batak Toba.

Siapakah Toga Naipospos?

Toga Naipospos adalah salah satu tokoh penting dalam silsilah suku Batak Toba. Beliau dikenal sebagai leluhur yang menurunkan lima putra yang kemudian berkembang menjadi marga-marga besar yang kita kenal saat ini. Pusat sejarah dan pemerintahan adat Toga Naipospos berada di Sipoholon, Tapanuli Utara.

Nama "Naipospos" sendiri merujuk pada identitas kesatuan keturunan yang memegang teguh janji setia (Padan) untuk tetap bersatu meskipun telah berkembang menjadi banyak marga.

Silsilah 5 Putra Toga Naipospos

Berdasarkan penuturan Tarombo yang diyakini secara turun-temurun, Toga Naipospos memiliki lima orang putra dari dua istri. Kelima putra inilah yang menjadi cikal bakal marga-marga Naipospos:

  1. Sibagariang: Putra sulung, pembawa hak kesulungan.
  2. Hutauruk: Putra kedua, pendiri komunitas besar di Sipoholon.
  3. Simanungkalit: Putra ketiga yang dikenal teguh memegang adat.
  4. Situmeang: Putra keempat yang memiliki persebaran keturunan yang luas.
  5. Marbun: Putra bungsu (memiliki 3 sub-marga: Lumban Batu, Banjar Nahor, dan Lumban Gaol).

Bona Pasogit: Sipoholon

Wilayah Sipoholon di Tapanuli Utara diakui sebagai Bona Pasogit atau kampung halaman asal bagi seluruh keturunan Toga Naipospos. Di tempat ini terdapat berbagai peninggalan sejarah dan tugu peringatan yang menjadi simbol persatuan bagi para keturunannya yang kini tersebar di seluruh dunia.

Hukum Adat dan Padan (Sumpah Setia)

Salah satu keunikan keturunan Toga Naipospos adalah adanya Padan atau sumpah setia antar saudara. Berdasarkan hukum adat ini:

  • Seluruh keturunan dari kelima putra Naipospos dilarang untuk saling menikahi (Subang/Pantang).
  • Mereka dianggap sebagai saudara kandung satu darah (sisada anak, sisada boru).
  • Menjaga solidaritas dan saling menolong dalam suka maupun duka.
Keluarga Publik
#4

BANJARNAHOR

248
Marga Banjar Nahor: Sejarah, Tarombo, dan Keturunan Marbun Naipospos

Marga Banjar Nahor: Sejarah, Tarombo, dan Bagian dari Marbun Bersaudara

Menelusuri jejak sejarah dan identitas Marga Banjar Nahor dalam sistem kekerabatan Batak Toba.

Mengenal Marga Banjar Nahor

Banjar Nahor adalah salah satu marga dalam suku Batak Toba yang merupakan keturunan dari Marbun. Dalam silsilah keluarga Marbun, Banjar Nahor adalah putra kedua, berada di antara abangnya, Lumban Batu, dan adiknya, Lumban Gaol.

Keturunan Banjar Nahor dikenal sebagai pribadi yang menjunjung tinggi persaudaraan dan memiliki ikatan batin yang sangat kuat dengan tanah kelahirannya di wilayah Sipoholon dan Bakara.

Banjar Nahor dalam Silsilah Marbun

Marga Marbun menurunkan tiga sub-marga yang sering disebut sebagai Marbun Bersaudara. Meskipun secara administrasi sering tertulis sebagai marga yang berdiri sendiri, ketiganya adalah satu kesatuan adat:

  • Lumban Batu (Anak Pertama)
  • Banjar Nahor (Anak Kedua)
  • Lumban Gaol (Anak Ketiga)

Di banyak daerah perantauan, keturunan Banjar Nahor bersama saudara-saudaranya berkumpul dalam organisasi Punguan Marbun Indonesia untuk melestarikan tradisi dan mempererat silaturahmi.

Hubungan dengan Toga Naipospos

Sebagai bagian dari keluarga besar Marbun, marga Banjar Nahor merupakan cucu dari Toga Naipospos. Sesuai urutan silsilah, Banjar Nahor memiliki hubungan saudara kandung dengan marga-marga berikut:

  1. Sibagariang
  2. Hutauruk
  3. Simanungkalit
  4. Situmeang
  5. Marbun (Banjar Nahor)

Karena status mereka sebagai satu keturunan langsung (sisada anak, sisada boru), berlaku hukum adat Batak yang melarang pernikahan antar marga dalam lingkaran Naipospos ini.

Penyebaran dan Kontribusi

Bona Pasogit utama marga Banjar Nahor berada di Sipoholon, Tapanuli Utara. Namun, banyak keturunan marga ini yang sukses di tanah rantau, mulai dari bidang hukum, akademisi, hingga pemerintahan. Karakter Banjar Nahor sering diidentikkan dengan kecerdasan dalam berdiplomasi dan kesetiaan terhadap kawan.

Informasi ini disusun berdasarkan berbagai sumber sejarah lisan, buku Tarombo, dan tradisi turun-temurun. Dikarenakan luasnya keturunan marga banjarnahor, versi silsilah mungkin berbeda di beberapa daerah. Kami sangat menghargai koreksi dan tambahan informasi untuk memperkaya catatan sejarah ini.

Keluarga Publik
#5

SIMANUNGKALIT

200
Marga Simanungkalit: Sejarah, Tarombo, dan Keturunan Toga Naipospos

Marga Simanungkalit: Sejarah, Silsilah Tarombo, dan Warisan Leluhur Naipospos

Mengenal lebih dekat identitas dan silsilah Marga Simanungkalit dari tanah Sipoholon.

Asal-Usul Marga Simanungkalit

Simanungkalit adalah salah satu marga dari suku Batak Toba yang berasal dari daerah Sipoholon, Tapanuli Utara. Marga ini merupakan keturunan dari Ompu Raja Partano, yang merupakan putra ketiga dari Toga Naipospos.

Dalam sejarahnya, keturunan Simanungkalit dikenal sebagai masyarakat yang teguh memegang prinsip adat dan memiliki keterikatan yang sangat kuat dengan tanah kelahirannya di Sipoholon, meskipun kini telah tersebar luas di seluruh dunia.

Posisi Simanungkalit dalam Tarombo Naipospos

Berdasarkan urutan kelahiran (Tarombo), Simanungkalit berada di tengah-tengah lima bersaudara putra Naipospos. Berikut adalah urutan persaudaraannya:

  1. Sibagariang
  2. Hutauruk
  3. Simanungkalit (Putra Ketiga)
  4. Situmeang
  5. Marbun (Lumban Batu, Banjar Nahor, Lumban Gaol)

Hubungan kelima marga ini diikat oleh janji suci (Padan) yang diletakkan oleh leluhur mereka, sehingga mereka tetap bersatu dan dilarang untuk saling menikahi karena dianggap sebagai saudara kandung (sisada anak, sisada boru).

Bona Pasogit: Sipoholon

Sama seperti saudara-saudaranya dalam keturunan Naipospos, Bona Pasogit atau kampung halaman asli marga Simanungkalit adalah Sipoholon. Daerah ini menjadi simbol sejarah di mana tugu-tugu peringatan leluhur berdiri sebagai pengingat akan asal-usul dan jati diri keturunan Simanungkalit.

Keluarga Publik
#6

LUMBAN GAOL

183
Marga Lumban Gaol: Sejarah, Silsilah Marbun, dan Keturunan Naipospos

Marga Lumban Gaol: Sejarah, Tarombo, dan Bagian dari Keluarga Besar Marbun

Mengenal identitas dan silsilah Marga Lumban Gaol dalam struktur adat Batak Toba.

Asal-Usul Marga Lumban Gaol

Lumban Gaol adalah salah satu marga dalam suku Batak Toba yang merupakan keturunan dari Marbun. Dalam urutan silsilah Toga Naipospos, Marbun adalah putra bungsu dari lima bersaudara. Marga Lumban Gaol sendiri berasal dari nama salah satu putra Marbun yang menetap dan berkembang di wilayah tersebut.

Secara historis, marga ini memiliki kaitan erat dengan wilayah Bakara dan Sipoholon, namun kini telah menyebar luas ke seluruh pelosok Nusantara.

Lumban Gaol dalam Silsilah Marbun

Marga Marbun memiliki tiga orang putra yang kemudian menjadi nama marga (sub-marga). Lumban Gaol merupakan putra ketiga (bungsu) dari Marbun. Berikut adalah urutannya:

  1. Lumban Batu
  2. Banjar Nahor
  3. Lumban Gaol

Ketiga marga ini sering disebut sebagai Marbun Bersaudara. Dalam adat, ketiganya dianggap satu darah dan memiliki ikatan persaudaraan yang tidak terpisahkan.

Hubungan dengan Toga Naipospos

Sebagai bagian dari keturunan Marbun, marga Lumban Gaol secara otomatis merupakan bagian dari keluarga besar Toga Naipospos. Berikut adalah urutan persaudaraannya dengan marga lain:

  • Sibagariang (Abang tertua)
  • Hutauruk
  • Simanungkalit
  • Situmeang
  • Marbun (Lumban Gaol)

Sesuai dengan hukum adat Dalihan Na Tolu dan janji leluhur (Padan), marga Lumban Gaol dilarang menikah dengan marga-marga keturunan Naipospos lainnya karena status mereka adalah saudara kandung.

Informasi ini disusun berdasarkan berbagai sumber sejarah lisan, buku Tarombo, dan tradisi turun-temurun. Dikarenakan luasnya keturunan marga lumban gaol, versi silsilah mungkin berbeda di beberapa daerah. Kami sangat menghargai koreksi dan tambahan informasi untuk memperkaya catatan sejarah ini.

Keluarga Publik
#7

SITUMEANG

175
Marga Situmeang: Sejarah, Silsilah Tarombo, dan Asal-Usulnya

Marga Situmeang: Sejarah, Silsilah Tarombo, dan Asal-Usul Keturunan Naipospos

Mengenal lebih dalam identitas salah satu marga besar dalam suku Batak Toba.

Asal-Usul Marga Situmeang

Situmeang adalah salah satu marga dari suku Batak Toba yang berasal dari daerah Sipoholon, Tapanuli Utara. Marga ini merupakan keturunan dari Ompu Raja Ishak, yang lebih dikenal dengan gelar Jamita Mada.

Dalam struktur adat Batak, Situmeang adalah bagian dari kelompok besar keturunan Toga Naipospos. Bersama saudara-saudaranya yang lain, marga ini menjaga tradisi persaudaraan yang sangat kuat hingga saat ini.

Silsilah (Tarombo) dan Saudara Serumah

Berdasarkan silsilah atau Tarombo, Situmeang merupakan putra keempat dari Naipospos. Berikut adalah urutan persaudaraan marga Situmeang dalam lingkup Naipospos:

  • Sibagariang
  • Hutauruk
  • Simanungkalit
  • Situmeang
  • Marbun (Lumban Batu, Banjar Nahor, Lumban Gaol)

Karena ikatan darah yang sangat dekat, secara hukum adat Batak, marga Situmeang dilarang (subang) melakukan pernikahan dengan marga-marga yang masih dalam satu garis keturunan Naipospos tersebut.

Bona Pasogit: Sipoholon

Tanah kelahiran atau Bona Pasogit marga Situmeang terletak di Sipoholon, sebuah wilayah yang subur di Tapanuli Utara yang juga terkenal dengan pemandian air panas alaminya. Meskipun kini keturunan Situmeang telah merantau ke seluruh penjuru dunia, ikatan batin terhadap Sipoholon tetap terjaga melalui berbagai organisasi marga.

Kesimpulan: Marga Situmeang adalah bagian integral dari identitas suku Batak Toba yang memegang teguh nilai persaudaraan dan sejarah leluhur Naipospos.


Keluarga Publik
#8

HUTAURUK

152
Marga Hutauruk: Sejarah, Tarombo, dan Keturunan Toga Naipospos

Marga Hutauruk: Sejarah, Silsilah Tarombo, dan Warisan Toga Naipospos

Menelusuri jejak langkah dan identitas salah satu marga terkemuka dalam suku Batak Toba.

Asal-Usul Marga Hutauruk

Hutauruk adalah marga dari suku Batak Toba yang secara historis berasal dari Sipoholon, Tapanuli Utara. Marga ini merupakan keturunan dari Ompu Raja Pontas, yang merupakan putra dari Toga Naipospos.

Marga Hutauruk dikenal memiliki sejarah yang kaya akan kepemimpinan dan kemandirian di tanah asalnya, yang hingga kini terus dijaga oleh para keturunannya di perantauan.

Posisi Hutauruk dalam Tarombo Naipospos

Dalam silsilah (Tarombo) besar Naipospos, Hutauruk menempati urutan sebagai putra kedua. Berdasarkan tradisi turun-temurun, Hutauruk bersaudara kandung dengan:

  1. Sibagariang (Putra sulung)
  2. Hutauruk
  3. Simanungkalit
  4. Situmeang
  5. Marbun
Penting: Sebagai bagian dari keturunan Naipospos, marga Hutauruk dilarang keras untuk menikah dengan marga saudara (Sibagariang, Simanungkalit, Situmeang, dan Marbun) karena dianggap sebagai saudara kandung (sisada anak, sisada boru).

Bona Pasogit dan Identitas Budaya

Pusat sejarah atau Bona Pasogit marga Hutauruk berada di wilayah Sipoholon. Wilayah ini bukan hanya sekadar tempat asal, tetapi juga simbol persatuan bagi seluruh keluarga besar Hutauruk di manapun mereka berada.

Marga Hutauruk juga dikenal aktif dalam organisasi kekeluargaan yang disebut Punguan, yang bertujuan untuk melestarikan adat istiadat dan saling membantu antar sesama anggota marga.


Kesimpulan: Marga Hutauruk adalah simbol kekuatan dan persaudaraan dalam masyarakat Batak Toba, menjaga warisan leluhur Naipospos dengan integritas tinggi.

Keluarga Publik
#9

SIBAGARIANG

150
Marga Sibagariang: Sejarah, Tarombo, dan Putra Sulung Naipospos

Marga Sibagariang: Sejarah, Tarombo, dan Peran sebagai Anak Sulung Toga Naipospos

Menelusuri warisan dan jati diri marga tertua dalam silsilah Toga Naipospos.

Asal-Usul Marga Sibagariang

Sibagariang adalah salah satu marga dalam suku Batak Toba yang mendiami wilayah Sipoholon, Tapanuli Utara. Marga ini memegang posisi istimewa dalam struktur silsilah karena merupakan keturunan dari putra sulung Toga Naipospos.

Leluhur marga ini dikenal dengan nama Ompu Raja Hutagariang. Sebagai anak pertama, marga Sibagariang sering kali dianggap sebagai "pengayom" dalam urusan adat di lingkungan keluarga besar Naipospos.

Posisi dalam Tarombo Naipospos

Dalam sistem kekerabatan Batak, urutan kelahiran sangat menentukan posisi adat. Sibagariang adalah yang tertua dari lima bersaudara putra Naipospos:

  • Sibagariang (Siakkangan/Sulung)
  • Hutauruk
  • Simanungkalit
  • Situmeang
  • Marbun

Karena hubungan darah yang sangat dekat sebagai saudara sekandung (sisada ama, sisada ina), keturunan Sibagariang memiliki ikatan Padan yang kuat dengan keempat marga adiknya, sehingga tidak diperbolehkan untuk saling menikahi.

Identitas dan Karakter Marga

Meskipun jumlah populasi marga Sibagariang mungkin tidak sebanyak beberapa marga adiknya, namun eksistensi mereka sangat dihormati, terutama dalam upacara adat yang melibatkan seluruh keturunan Naipospos. Di daerah Sipoholon, jejak sejarah Sibagariang terjaga dengan baik melalui peninggalan-peninggalan sejarah dan penuturan lisan para orang tua.

Bona Pasogit: Pusat Sejarah di Sipoholon

Sama seperti saudara-saudaranya, Bona Pasogit (kampung halaman) marga Sibagariang berpusat di Sipoholon. Wilayah ini menjadi titik kumpul utama dalam acara-acara besar, seperti peresmian tugu atau pesta bona taon yang memperkuat solidaritas antar generasi.


Kesimpulan: Marga Sibagariang membawa martabat sebagai putra sulung dalam keluarga besar Naipospos, menjaga tradisi Batak dengan teguh di bawah panji persaudaraan yang rukun.

Keluarga Publik

Postingan Trending

Lihat Semua β†’

Ingin Membuat Silsilah Keluarga Anda?

Daftar sekarang dan mulai membuat silsilah keluarga Anda sendiri. Gratis dan mudah digunakan!

Platform Terbaik untuk Silsilah Keluarga, Tarombo, dan Silsilah Batak

Partarombo adalah platform terdepan untuk membuat dan menjelajahi silsilah keluarga, pohon keluarga, dan tarombo. Khusus untuk silsilah Batak, platform ini mendukung semua marga Batak dan berbagai suku lainnya di Indonesia.

Dengan Partarombo, Anda dapat membuat pohon keluarga digital yang lengkap, melacak tarombo keluarga Anda, dan menjelajahi silsilah Batak dari berbagai marga. Platform ini juga mendukung silsilah dari suku dan budaya lainnya di Indonesia.

Silsilah Batak & Tarombo

Buat tarombo digital untuk semua marga Batak dan berbagai suku lainnya. Platform terbaik untuk silsilah Batak dan silsilah dari berbagai budaya.

Pohon Keluarga Digital

Buat pohon keluarga yang interaktif dan visual. Kelola silsilah keluarga dengan mudah dan bagikan dengan anggota keluarga.

Panduan Lengkap

Pelajari cara membuat pohon keluarga langkah demi langkah. Gratis dan mudah!

Baca Panduan
52
Total Keluarga
4.415
Total Dilihat
100%
Gratis